Kamis, 23 Mei 2013

Kartun dan Workshop

Cartoon Conservative. Kartun, sejarah dan prospeknya, pada medio 2012, menjadi tema yang perlu disampaikan pada Program Pengembangan Karir di prodi DesKomVis Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) Semarang. 
berikut ini beberapa barang bukti yang berhasil dihimpun panitia.
Untuk workshop tersebut, saya mempersiapkan beberapa slide mengenai sejarah kartun dan prospeknya.
Berikut ini beberapa slide show yang ditampilkan :
Sempat terjadi ketegangan diantara para arkeolog saat ditemukannya patung ini, mereka saling ingin main klaim atas penemuan penting ini. Walaupun begitu, mereka sepakat atas penamaan benda ini, karena ditemukan di desa Willendorf, semacam perbukitan di wilayah Austria. Patung ini lalu di beri nama "Venus of Willendorf" atau "Venus dari Willendorf".
Patung model begini, ternyata tak hanya satu buah, karena di beberapa daerah di Eropa, terdapat varian patung seperti Venus ini.


Honore Daumier. beliau ini sebenarnya pelukis, namun goresan distorsi pada raut-raut obyek di kanvasnya mampu menyiratkan kedalaman emosi. Kelak hal ini lah yang diyakini generasi berikutnya, bahwa dalam dunia seni rupa, terutama adalah bagaimana menghadirkan "ruh" pada lukisan, "ruh cahaya" pada para impresionis, "ruh emosi" pada ekspresionis, dan yang ini barangkali "ruh kartun" yang hendak dihembuskan.
Indonesia, negara paling makmur abad 17, membuat bangsa Eropa tergiur menikmatinya. Belanda, negara kerajaan paling konsisten dalam usaha bisnis dagangnya di wilayah nusantara. Disamping menularkan ilmu dagang, cara menembak, cara membangun benteng, juga bertukar budaya, salah satunya media komunikasi ala cetak mencetak.

Pada abad 18, ketika mesin cetak mulai ramai, beberapa pemikir Belanda mulai mengkritisi sikap bangsanya sendiri tentang apa yang sebenarnya telah mereka lakukan terhadap bangsa nusantara ini. Lahirlah esai-esai kritik, dibuat menjadi semacam koran mini. Di koran mini tersebut disisipi lembaran suplemen berisi ilustrasi bernada kritik. Hal ini kelak lazim dinamakan kartun editorial, kartun yang mengacu tajuk rencana redaksi.

Pada masa perjuangan republik, bangsa ini hanya membuat gambar-gambar sebagai kompor semangat bertempur. Setelah kemerdekaan diakui dunia, lalu ketika bangsa ini bergeser kekuasaan, dari orde lama ke orde baru, pada masa transisi ini, kartun-kartun kritik mulai eksis digunakan untuk mempertajam pandangan redaksi.

(masih ada lanjutannya)

Minggu, 17 Maret 2013

Kartun dan Bahasa Verbal

Cartoon Conservative. Kartun, sebagian besar menganggapnya mesti mempunyai beberapa pra-syarat, terutama faktor lucu atawa humor. Humor, bisa diciptakan dalam bentuk citra visual (Kartun), juga dalam bentuk citra verbal (tampilan cerita dengan penyusunan kata).
Dibawah ini adalah sebuah contoh cerita yang kartunal, mirip kronologi dalam kartun strip, yaitu jebakan pada baris terakhir. Suatu ending yang tak terduga, membelakangi harapan pembaca.

Selasa, 05 Maret 2013

Kartun dan Scan Otak


Cartoon Conservative menambah koleksi DVDnya, berjudul "The Science Of Laughter" terbitan Discovery Channel. Berdasarkan judulnya, bisa diperkirakan bahwa DVD ini berisi penjelasan-penjelasan mengapa orang tertawa melalu serangkaian metode pembuktian ilmiah. Dan ternyata DVD ini berisi : 

Senin, 18 Februari 2013

MATI KETAWA ALA WIRODONO

Anekdot dibawah ini adalah sumbangan dari Teman FB, mas Sunardian Wirodono.
Dilengkapi beberapa quote inspiratif... Cek it.

SERBA-SERBI PEDAGANG | Pedagang yang rada ngibul: Penjual roti, bilangnya roti tawar, tapi ngamuk kalau ditawar. Belum lagi kalau ditanya, ada roti apa Bang? Jawabnya: Ada nanas, ada sirkaya, ada pisang,... Ini jual roti apa buah-buahan? Huh! Pedagang yang kurang kerjaan: Penjual nasi goreng, nasi sudah mateng, masiiih saja digoreng. Masih mending pedagang bubur ayam, yang tidak pernah menyesal: Nasi sudah jadi bubur, teteeep saja dijual. Makanya dia terus bisa naik haji dan dibikinkan sinetron. Tapi, pedagang yang paling nekat: Penjual gas, sudah tahu jalanan menurun masih saja bilang, "gas,.. gas,...!", bukannya "rem,... rem,...!" Kalau njungkel 'gimana? Pedagang yang paling setia: Penjual bakso, walaupun dagangan habis, dia pasti menyisakan dua bakso untuk istrinya di rumah. Dia suami setia, bukan jorok. Pedagang paling bullshit? Pedagang citra!

Kamis, 03 Januari 2013

TEGUH SANTOSA Komikus Trilogi Sandhora



Cartoon Conservative - Teguh Santosa, komikus ternama Indonesia.
Barangkali anda pernah mendengar komik lawas berjudul "Sandhora" ? atau "Mat Romeo" ?, atau malah "Mentjari Majat Mat Pelor"? ... berarti anda pernah juga mendengar nama Teguh Santosa.

Berikut ini, beberapa kisah perjalanan hidupnya, yang diuraikan secara singkat saja.


Ilustrator komik atau komikus, Teguh Santosa hanya berpendidikan SMA 4 Malang. Keahliannya menggambar diasahnya sendiri secara otodidak . Pada tahun 1966 Teguh pindah ke Yogya dan bergabung dengan ”Sanggar Bambu”. Ia belajar menggambar pada Kentardjo, Soenarto PR, dan sastrawan Kirdjomulyo. 


Kamis, 27 Desember 2012

Romantisme Mencekam dari Boris Vallejo

Cartoon Conservative. Boris Vallejo, pernahkah anda mendengar nama ini? apa perannya hingga penulis tertarik untuk sedikit bercerita tentangnya? dan mungkin tulisan ini hanya sekedar kekaguman semata.

Boris Vallejo, pria kelahiran Peru, 8 Januari 1941, dan aktif berkarya di Amerika sebagai seorang pelukis, lebih tepatnya ilustrator karena Boris juga menggarap gambar untuk keperluan ilustrasi iklan mobil, poster film fiksi dan desain sampul novel. Sebagian besar karyanya termasuk dalam genre Fantasy dan Erotica

Boris Vallejo, kumpulan karyanya diterbitkan dalam model Artbook : (sumber : en.wikipedia.org)



Imaginistix (2006)
The Fabulous Women of Boris Vallejo and Julie Bell (2006)
The Ultimate Collection (2005)
Twin Visions (2002)
Fantasy Workshop
Sketchbook
Superheroes
Dreams: The Art of Boris Vallejo (1999)
Fantasy Art Techniques (1985)
Mirage (1982, reprinted 1996 & 2001)
The Fantastic Art of Boris Vallejo (1980)
Titans


Boris Vallejo, kami mulai mengetahui namanya dari sebuah buku katalog Artbook yang berjudul "The Fantastic Art of Boris Vallejo". Buku itu penulis temukan di perpustakaan FBS UNY sekitar tahun 2004.

Selasa, 11 Desember 2012

Xia Da, Komikus Yang Awet Muda


Komikus perempuan ini dikenal di luar negeri, bukan sebagai komikus, melainkan karena foto-foto imutnya yang berseragam sekolah. berikut ini sekelumit kisahnya :